- LKM-A PINCURAN BONJO

LKM-A PINCURAN BONJO

Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Bank nya Petani

Selamat datang di blog Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) Pincuran Bonjo. Blog ini berisikan informasi mengenai kegiatan LKM-A Pincuran Bonjo beserta unitnya, artikel-artikel pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, peternakan, dunia pendidikan, komputer, blog dan lainnya. Silahkan berikan komentar baik mengenai blog ini maupun mengenai LKM-A Pincuran Bonjo secara keseluruhan, terima kasih

KEPADA PENGUNJUNG BLOG LKM-A PINCURAN BONJO, KAMI INFORMASIKAN BAHWA WEBSITE BARU LKM-A PINCURAN BONJO TELAH BERALIH KE www.pincuranbonjo.com
ATAS KUNJUNGANNYA SELAMA INI KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH DAN JIKA SOBAT INGIN MENGETAHUI KEGIATAN LKM-A PINCURAN BONJO UNTUK SELANJUTNYA DAPAT MENGAKSES KE WEBSITE DIATAS. 

Dalam rangka melihat lansung pengelolaan aset dalam pemberdayaan ekonomi, Koperasi Simpan Pinjam Kab. Aceh Jaya berkunjung ke LKM-A Pincuran Bonjo. 

Rombongan diketuai oleh Bapak Zulkifly yang beranggota lebih kurang sepuluh orang ini disambut oleh Pengurus dan pengelola LKM-A Pincuran Bonjo yang berkantor di Kel. Padang Alai Kec. Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh. 

Disamping melihat secara lansung kegiatan pengelolaan kelembagaan, rombongan juga melaksanakan diskusi tentang teknik atau cara yang baik dalam mengelola kelompok tani sebagai anggota LKMA, teknik  mengelola pemasaran hasil tani sehingga dapat memutus mata rantai (tengkulak), dan teknik mengelola tabungan serta pembiayaan yang ada di LKM-A Pincuran Bonjo.

Pada hari yang sama LKM-A Pincuran Bonjo juga kedatang tamu dari BAPENAS Pusat, yang hadir yaitu Bapak Janfry, kedatangan kali ini dalam rangka kajian penelitian mengenai Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A). Selama lebih kurang tiga jam, diisi dengan diskusi guna untuk lebih mengetahui lebih jauh mengenai LKM-A, perananya dalam pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan ekonomi.

LKM-A Pincuran Bonjo menghadirkan program Nabung Berhadiah yang memberi kesempatan bagi nasabah memenangkan hadiah-hadiah menarik berupa Handpond, Disepenser. Selain hadiah berupa HP dan dispenser, pemenang juga diberikan hadiah berupa uang untuk pemenang 1 s.d 3. Melalui program ini, animo masyarakat untuk menabung diharapkan semakin meningkat.
Manager LKM-A Pincuran Bonjo, Fairizal Ilyas mengatakan, dalam nabung berhadiah ini semakin  tinggi saldo tabungan, semakin besar kesempatan meraih hadiah.

"Namun untuk program nabung berhadiah ini hanya berlaku untuk bulan Juli - Desember 2011, dimana pengumuman dilakukan pada 2 Januari 2012," jelas Fairizal Ilyas di kantor LKM-A Pincuran Bonjo, Jl. Panglima Polim Kelurahan Padang Alai Kec. Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh.

Selain untuk mendorong animo masyarakat menabung, program Nabung berhadiah yang berlaku saat ini hanya untuk masyarakat sekitar, juga untuk meningkatkan dana tabungan nasabah yang ditarget bertumbuh 100% tahun ini, yakni dari Rp 277,6 juta menjadi Rp 555 juta. 

Kunjungan mahasiswa Fakultas Pertanian Unand Jurusan Sosek Agribisnis kunjung lapangan ke LKM-A Pincuran Bonjo dalam rangka penjajakan awal serta penghimpunan informasi dari kelembagaan petani yang ada. Mahasiswa yang berjumlah 30 orang ini didampingi oleh 2 orang dosen pendamping disambut oleh manager LKM-A Pincuran Bonjo Fairizal Ilyas, S.Sos beserta pengelola lainnya. 

Dari hasil kunjungan ini mahasiswa akan membahas di kampus selanjutnya akan dilaksanakan penelitian lanjutan mengenai kelembagaan petani ini.

Dinas Pertanian Kabupaten Kerinci berkunjung ke LKM-A Pincuran Bonjo dalam rangka silaturahmi dan berbagi informasi. Rombongan dari Provinsi Jambi ini melihat secara lansung kegiatan yang ada di LKM-A Pincuran Bonjo terutama kegiatan pada unit pemasaran (STA). Bapak Bambang Karyadi, SP.MS dan Evirizal Bustami beserta rombongan lainnya terlihat antusias saling bertukar pikiran dalam diskusi dengan pengurus LKM-A Pincuran Bonjo dan pengelola STA Baliak Mayang membicarakan perkembangan kelompok tani, yang didukung oleh permodalan dan pemasaran lansung hasil pertanian.

Sebelumnya LKM-A Pincuran Bonjo juga kedatangan tamu yaitu Bapak Ario Bimo Teguh dari PT. Biotech Inti Organik Swasembada Organis juga dalam rangka silaturahmi dan mencari lahan yang memakai pupuk organik RI 1.



SL PL1-PPHP Wilayah Indonesia Bagian Barat hari ini melaksanakan kunjungan lapangan ke LKM-A Pincuran Bonjo khususnya mengunjungi Unit Sub Terminal Agribisnis (STA) Baliak Mayang.

Kunjungan ini melihat lansung kegiatan dan dampak dari keberadaan Sub Terminal Agribisnis bagi petani. Peserta merupakan Pemandu Lapangan yang mewakili 16 Propinsi Wilayah Indonesia Barat yang melaksanakan SL di Kota Padang selama 14 hari, dalam kunjungan peserta didampingi oleh PPHP Kementrian Pertanian RI dan Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Barat.

Peserta disambut oleh Kepala Dinas pertanian Kota Payakumbuh beserta staf, Lurah dan LPM Kel. Padang Alai, Pengurus Gapoktan Tigo Sapilin, Pengurus LKM-A Pincuran Bonjo berserta pengelola masing-masing unit serta perwakilan pengelola STA se Kota Payakumbuh.

 Tahapan pendirian LKMA meliputi :
  1. Perlu adanya pemrakarsa, motivator yang telah mengetahui tentang LKMA atau mengikuti latihan motivator, pemrakarsa melakukan berkonsultasi dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat yang berpengaruh baik yang formal maupun yang informal.  Pemrakarsa membentuk Panitia Penyiapan Pendirian LKMA (P3L) 
  2. P3L mencari modal awal atau modal perangsang sebesar Rp. 10 atau sampai dengan 30 juta agar LKMA memulai operasi dengan syarat modal itu. Modal awal ini dapat berasal dari perorangan, lembaga, pemda atau sumber lainnya.
  3. Atau bisa langsung mencari modal-modal pendiri (Simpanan Pokok Khusus semacam Saham) dari sekitar 20-44 orang di kawasan itu untuk mendapatkan dana urunan mencapai jumlah Rp. 30 juta atau minimal Rp. 10 juta. Masing-masing perlu membuat komitmen (janji) nya tentang peran serta masing-masing.
  4. Jika calon pemodal-pemodal pendiri telah ada maka dipilih Pengurus yang ramping (3 orang maksimal 5 orang) yang akan mewakili Pendiri dalam mengarahkan kebijakan LKMA. Pengurus mewakili para pemilik modal LKMA.
  5. P3L atau Pengurus jika telah ada mencari dan memilih calon pengelola LKMA. 
  6. Mempersiapkan legalitas hukum untuk usaha 
  7. Melatih calon pengelola dan sebaiknya juga diikuti oleh setidaknya satu orang pengurus 
  8. Melaksanakan persiapan-persiapan sarana kantor dan form/berkas administrasi yang diperlukan. 
  9. Menjalankan bisnis operasi LKMA

Setelah kunjungan SPMN Angkatan VIII tahun lalu, P4S Baliak Mayang unit LKM-A Pincuran Bonjo kembali dikunjungi SPMN angkatan IX tahun 2011. Rombongan dipimpin oleh Bapak Wirman N ini berkunjungan dalam rangka Praktek Kerja Lapang di P4S Baliak Mayang. 

Dalam kesempatan ini Ketua P4S Baliak Mayang Fairizal Ilyas, S.Sos yang didampingi Ketua LKM-A Pincuran Bonjo Afrizal, A.Md dan Ketua Pengelola Sub Terminal Agribisnis Baliak Mayang Aprizal M menyampaikan latar belakang pendirian LKM-A Pincuran Bonjo dan unit-unitnya. Pertemuan dilanjutkan dengan tanya jawab antara peserta dengan pengurus LKM-A.
Disamping melakukan tanya jawab peserta juga melihat secara langsung kegiatan pemasaran hasil pertanian dan budidaya yang ada di unit-unit LKM-A Pincuran Bonjo

Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Baliak Mayang unit dari LKM-A Pincuran Bonjo kembali menerima tamu untuk siswa PKL di Lokasi Pertanian LKM-A Pincuran Bonjo. Kali ini sekolah yang mengirimkan siswanya untuk PKL adalah SMKN 1 Talamau Kab. Pasaman Barat. 

PKL SMKN 1 Talamau ini dimulai tanggal 4 April 2011 dan berakhir pada tanggal 4 Agustus 2011 yang diikuti oleh 5 orang siswa. Selama PKL siswa mengikuti praktek kerja lapang dengan jenis komoditi  Tanaman Cabe. Walaupun demikian siswa juga akan dibekali dengan berbagai jenis komoditi lain yang dibudidayakan oleh anggota LKM-A Pincuran Bonjo.

Disamping itu siswa juga akan dibekali dengan administrasi keuangan LKM-A yang nanti diharapkan setelah menyelesaikan PKL, disamping mendapatkan ilmu budidaya, siswa juga dapat memperoleh ilmu tentang LKMA yang dapat membantu dan mengembangkan LKMA di daerahnya masing-masing.

Untuk menempati posisi dalam struktur pengelola pada LKM-A diperlukan kualifikasi personil baik aspek pengetahuan, skill, dan sikap seperti kurang lebih sebagai berikut :

Manajer   
-    Kemampuan memimpin
-    Memiliki visi bisnis
-    Kemampuan analisa
-    Kemampuan menjalin hubungan
 

Pembinaan Anggota     
-    Ramah
-    Memiliki jiwa terbuka
-    Sabar
-    Tegas
 

Pembiayaan    
-    Kemampuan melakukan analisa
-    Memiliki jiwa kewirausahaan
-    Hati-hati
-    Ramah
-    Tegas
 

Penggalangan Tabungan    
 -    Kemampuan dalam perencanaan program
-    Kemampuan melakukan analisa
-    Mengerti prinsip-prinsip product development
-    Diterima dalam pergaulan sosial
 

Teller / Kasir     
-    Senang dengan pekerjaan rutin
-    Teliti dan cermat
-    Disiplin
-    Mampu menghitung dengan cepat
-    Jujur
 

Pembukuan   
 -    Kemampuan akuntansi
-    Cermat
-    Senang dengan rutinitas
-    Mampu menghitung dengan cepat

A.    KENALI VIRUS GEMINI (KARITING)
Pengetahuan dasar tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan penyakit virus karitiang dapat dijadikan titik awal dalam mengupayakan pengendaliannya. Adapun cara beberapa pengetahuan dasar tersebut adalah :

1.    Masa Inkubasi
Masa inkubasi virus karitiang adalah 25 hari, artinya semenjak tanaman dihinggapi virus, dibutuhkan waktu 25 hari sampai tanaman tersebut memperlihatkan gejala bahwa tanaman tersebut terserang penyakit virus karitiang

2.    Gejala Penyakit Kariting
Gejala penyakit kariting pada cabe adalah, daun mengeriting, terlihat belang-belang kuning pada helaian daun, pertumbuhan tanaman terhenti, tanaman yang terserang biasanya tidak mampu menghasilkan buah, kalaupun ada buah bentuknya tidak normal, melintir dan kecil-kecil mirip cabe rawit/ lado jintan> Gejala serangan dapat ditemui mulai dari kecambah sampai tanaman tua.

Dari hasil penelitian para ahli ada beberapa macam virus yang menyerang tanaman cabe diantaranya : Tobacco Mozaic Virus (TMV), Curly Top Virus (CTV), Cucumber Mosaic Virus (CMV), Tomato Ring Spoot Virus (TRSV) dan sampai saat ini belum ada formula yang mampu untuk memberantas virus-virus tersebut pada tanaman cabe

3.    Cara Penularan dan Vektor atau Pembawanya

Cara penularannya dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vector/ pembawa, tanpa vektor penular penyakit tidak dapat berpindah ke tanaman lain, makanya sering dijumpai dua batang atau lebih tanaman yang tumbuh dalam satu lobang dimana satu batang tanaman terserang virus sedangkan yang lainnya tidak, artinya walaupun tumbuh secara sangat berdekatan kalau tidak ada vektor yang menularkannya maka virus tidak akan berpindah  dengan sendirinya.

Pada tanaman cabe beberapa vektor penular/ pembawa adalah kutu trips, tungau, kutu persik, serta beberapa jenis nematoda lainnya. Ada dugaan bahwa penyakit ini terbawa dari benih yang telah teringkubasi virus, disamping itu penularan bisa juga melalui tangan manusia atau alat-alat pertanian yang digunakan. Pada prinsipnya penularan penyakit melalui pelukaan pada bagian tubuh tanaman.

Walaupun sampai saat ini belum ada formula/ obat yang mampu membasmi virus tersebut namun dengan memahami prilaku dan cara penularannya maka untuk menyiasatinya dapat dilakukan dengan mencermati beberapa poin berikut :


B.    MENYIASATI VIRUS GEMINI/ KARITING

1.    Pastikan benih yang ditanam tidak berasal dari tanaman yang terinkubasi virus.

Sering kita terkecoh ketika melakukan seleksi pohon induk untuk memperoleh biji sebagai calon benih. Kita telah berusahan untuk melakukan pemilihan pohon induk sesuai kriteria yang telah ditentukan. Tetapi kita tidak tahu bahwa ada pohon induk yang dipilih kelihatannya berpenampilan bagus, sehat, kuat, berbuah lebat, ternyata telah dihinggapi virus, namun karena masih dalam inkubasi maka belum memperlihatkan tanda-tanda. Kalau biji yang berasal dari pohon induk tertular virus tersebut disemai maka besar kemungkinan virusnya akan terbawa kepada kehidupan tanaman berikutnya/ anaknya.

Agar hal tersebut tidak terjadi maka lakukan langkah-langkah sebagai berikut : 
  • Beri nomor label pada tiap tanaman yang akan dijadikan pohon induk 
  • Pisahkan biji yang berasal dari satu pohon dengan pohon induk yang lainnya, kemudian untuk mengetahui asal biji, beri label pada wadah/ tempat menyimpan masing-masing sesuai dengan pohon induk asalnya. 
  • Sebelum dilakukan penjemuran, biji dibilas dengan sabun deterjen sampai hilang lendirnya, kemudian dicuci dengan air bersih, tujuannya untuk membunuh virus kalau ada yang menempel pada biji, sebagai mana diketahui bahwa virus akan lumpuh oleh larutan sabun deterjen karena mengandung basa kuat. 
  • Setelah lebih dari 25 hari semenjak pengambilan buah terakhir untuk dijadikan calon benih, lakukanlah pengamatan secara seksama terhadap masing-masing pohon induk> Bagi ohon induk yang memperlihatkan tanda-tanda terserang virus, maka catatlah nomor labelnya pada kantong/ wadah bijinya maka biji yang berasal dari pohon tersebut jangan digunakan untuk benih.

2.    Semaikan benih pada polybag.
Sebagaimana diketahui bahwa penularan virus gemini/ kariting dapat terjadi akibat kontak langsung dengan tangan manusia yang sebelumnya telah memegang tanaman yang sakit. Untuk menghindarinya hal tersebut maka semaian dalam polybag dapat dijadikan solusinya. Karena ketika menanam bibit polybag kontak langsung dengan bagian tubuh tanaman dapat dikurangi dibandingkan dengan cara konvensional. Mengenai teknis persemaian dalam polibag adalah sebagai berikut : 
  • Semailah benih pada polybag ukuran 8 x 11 cm yang telah diisi campuran tanah  dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 dan tambahkan 1,5 sendok makan bubuk racun tanah tiap 10 liter media tersebut, setelah polibag diisi media semai, lalu disusun berjejer diatas bedengan 
  • Semailah 3 – 5 biji tiap polybag, tujuan disemai banyak adalah kalau ada diantara tanaman yang memperlihatkan tanda-tanda terserang virus maka tanaman tersebut harus segera diangkat dibakar atau dibuang jauh dari kebun 
  • Pembuangan terhadap tanaman yang sakit ini dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari penularan ke tanaman lain oleh vektor penular. Seandainya tanaman yang ada disatu polibag hanya satu batang saja dan kalau yang satu itu terpaksa dibuang maka polybag akan kosong sementara untuk disisip dengan tanaman lain tentu pertumbuhannya akan tertinggal apalagi eradikasi terpaksa dilakukan setelah berumur 45 hari setelah tanam. 
  • Setelah melewati umur 45 hari di lapangan maka tanaman yang dipelihara hanya 1- 2 batang yang paling baik saja per lobang, sementara yang lain dibuang
3.    Dilakukan penyemprotan, Pagar dan pengasapan secara berkala
Sebagaimana diketahui bahwa virus gemini (kariting tidak akan berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain bila tidak ada vektor penularnya, oleh sebab itu salah satu upaya yang harus dilakukan untuk menghindari daris erangan virus tersebut adalah dengan menghindari tanaman dari segala vektor penularnya dengan cara : 
  • Lakukan penyemprotan dengan pestisida dengan prinsip empat tepat yakni tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu dan tepat cara. 
  • Buat pagar dengan tinggi minimal 1 m di sekeliling areal menggunakan plastik yang dilumuri dengan oli bekas, dengan adanya pagar ini dapat mengantisipasi masuknya vektor pembawa virus
  • Lakukan pengasapan tiap pagi dan sore hari, biasanya serangga akan berkeliaran pada pagi dan sore hari terutama ketika hari cerah, ketika itu dibuat unggun dari rumput atau ranting kering untuk menghasilkan asap dibeberapa tempat di sekeliling kebun, dengan menabuskan sedikit serbuk belerang ke dalam api unggun akan menghasilkan asap yang baunya dapat mengusir serangga

4.    Lakukan buang tunas secara secara cermat
Tunas disini adalah tunas yang muncul dicabang primer/ utama atau di cabang ketapel. Walaupun buang tunas ini perlu dilakukan namun bila dilakukan dengan cara-cara yang tidak cermat malah dapat menjadi penyebab menularnya virus dari satu batang ke batang yang lain. Oleh sebab itu dilakukan pembuangan tunas sebagai berikut : 
  • Buanglah tunas ketika tunas liar masih muda karena tunas muda ini tidak alot untuk dipatahkan 
  • Jangan gunakan alat pembuang seperti pisau atau gunting, karena dapat menularkan virus melalui pelukaan yang terjadi 
  • Pegang hanya bagian agak ke ujung dan tunas dengan jari telunjuk dan jempol kemudian ditarik kebawah sedemikian rupa hingga tunas terlepas dari batang 
  • Yakini bahwa ketika melakukan pembuangan jari tidak bersentuhan dengan luka bekas pembuangan
Sumber : Tabloit

Dalam upaya meningkatkan pendapatan petani, beberapa upaya telah dilakukan oleh LKM-A Pincuran Bonjo, salah satunya adalah dengan membentuk unit-unit usaha. Unit-unit usaha tersebut terdiri dari unit P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya) Baliak Mayang merupakan pusat pelatihan bagi petani dengan narasumber nya berasal dari petani-petani yang sudah ahli dibidangnya, mendatangkan narasumber dari instasi terkait dan narasumber dari pakar-pakar dibidang pertanian.

Sebagai penyedia kebutuhan pertanian, LKM-A Pincuran Bonjo juga telah membentuk unit Kios Saprodi yang menjual kebutuhan sarana produksi bagi petani. Dengan adanya kios saprodi ini, petani tidak perlu lagi jauh-jauh ke pasar untuk membeli kebutuhan pertaniannya seperti bibit, peralatan pertanian lainnya.
LKM-A Pincuran Bonjo juga membentuk unit pupuk organik mempermudah petani khususnya petani sayuran untuk memperoleh pupuk organik. Guna untuk memperoleh modal usaha petani juga tidak lagi mengalami kesulitan, dengan bermodalkan kejujuran dan satu lembar surat perjanjian, petani sudah dapat memperoleh modal usahanya tanpa prosedur berbelit-belit.
Saat ini LKMA Pincuran Bonjo telah dapat memberikan pinjaman atau pembiayaan kepada anggota sebesar Rp. 20.000.000 per orang tanpa ronggohan, Alhamdulillah dengan adanya kejujuran anggota dan rasa memiliki demi kepentingan bersama, tingkat pengembalian pinjaman mendekati angka 100%.

Begitu juga dalam hal pemasaran hasil pertanian, LKM-A Pincuran Bonjo juga membentuk unit pemasaran yang lebih dikenal dengan Sub Terminal Agribisnis (STA). Hasil pertanian anggota dikumpulkan di STA kemudian hasil ini dijual untuk memenuhi kebutuhan lokal Kota Payakumbuh, Bukittinggi dan propinsi tetangga. Dalam hal mutu sangat dijaga, dengan kualitas mutu yang baik, tingkat kepercayaan pedagang yang membeli hasil pertanian ke STA akan menjadi tinggi, ini terbukti dengan hasil produksi setiap harinya selalu laku terjual dengan harga lebih tinggi.


Dengan mata rantai kelembagaan; Petani dengan Gapoktannya sebagai produsen, P4S sebagai tempat menimba ilmu petani, LKMA sebagai pemodal,  Kios Saprodi sebagai penyedia sarana produksi pertanian, dan STA sebagai tempat pemasaran pada LKM-A Pincuran Bonjo diharapkan dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi petani. Kedepan mata rantai ini dapat lebih kokoh lagi demi mencapai cita-cita petani yang sejahtera. Amiinn

Pengirim
Name: Afrizal

Email : afrizalzam@yahoo.com

Judul : Pembuatan Kompos dengan Stardec/ Starbio


Iklan & Artikel*:

Salah satu aktivator atau dekomposer yang sering digunakan adalah Stardec atau Starbio. Aktivator Stardec berisi beberapa mikroba yang berperan dalam penguraian atau dekomposisi limbah organik hingga dapat menjadi kompos. Mikroba tersebut lignolitik, selulolitik, proteolitik, lipolitik, aminolitik dan mikroba fiksasi nitrogen non-simbiotik.

Ciri-ciri kompos yang telah matang (dapat digunakan):

1. Warna menjadi coklat kehitaman
2. Terjadi perubahan bentuk menjadi remah
3. Tidak berbau dan suhu tidak panas.


Cara penggunaan kompos:
Kompos diberikan pada lahan dengan cara diberikan pada jalur atau lahan yang dicangkul atau disekitar lubang tanam sebelum tanam. Untuk pertanaman padi sawah digunakan minimal 2 ton kompos. Penggunaan kompos dikombinasikan dengan penggunaan 50 % rekomendasi pupuk kimia.


Penggunaan kompos ini mulai berkembang di tingkat petani, tidak hanya untuk komoditi padi dan palawija, tetapi juga sayur-sayuran. Dosis kompos pada tanaman sayuran (cabe , tomat dan lain-lain) berkisar 10 s/d 20 ton/ha atau 0,5 s/d 1 kg kompos/tanaman. Dengan pemakaian 0,5 s/d 1 kg kompos/ tanaman, tangkai buah cabe cenderung lebih kuat sehingga dapat mengurangi gugur bunga. Pada tanaman terung, pemberian kompos menyebabkan buah terung menjadi besar.

Alat :

- Cangkul  
- Pengaduk
- Parang/sabit 
- Rumah Kompos
- Sekop 
- Ayakan
- Ember 
- Karung goni
- Termometer 
- Timbangan

Bahan

1. Bahan organik : 50 kg
2. Stardec/ starbio : 0,1 kg
3. Dedak : 5 kg
4. Abu : 5 kg
5. Dolomit/Kalsit : 1 kg

Cara pengolahan aplikasi pupuk mikroba stardec/tarbio :
 
  1. Siapkan media pengolahan kompos pada tempat terlindung atau tidak kena matahari langsung, bisa dibawah atap pondok atau dibawah pohon dengan alas atau lantai dibuat agak tinggi untuk menghindari genangan air. Pengolahan kompos juga bisa menggunakan media berbentuk lobang dengan ukuran dalam 1 m, lebar 2 m s/d 3 m dan panjangnya tergantung lokasi dan kebutuhan.
  2. Jika memungkinkan sebaiknya dibuat bangunan khusus untuk pengolahan secara berkesinambungan.
  3. Campurkan bahan organik (pupuk kandang atau limbah pertanian lain) dengan serbuk gergaji, abu dan kalsit kemudian diaduk merata
  4. Buat lapisan setinggi 60 cm taburkan Stardec/starbio secara merata pada bahan dasar kompos, kemudian dilapisi lagi setinggi 60 cm dan taburkan Stardec/starbio kembali secara merata . Demikian seterusnya dialkukan sesuai dengan kapasitas bahan yang diproses
  5. Selama proses pengomposan, tambahkan air pada bahan organik untuk mempertahankan kadar air dan kelembaban tetap berkisar 50 - 60 %
  6. Tumpukan bahan tersebut dibalik seminggu sekali dengan waktu proses pengomposan selama 3-4 minggu. Jika ingin mempercepat waktu pengomposan, bisa ditambahkan pupuk urea sebanyak 2,5 kg per ton bahan organik.
  7. Ciri-ciri kompos yang telah matang (dapat digunakan) yaitu warna menjadi coklat kehitaman, terjadi perubahan bentuk menjadi remah, tidak berbau, suhu tidak panas.

(menyebarkan informasi)

14.1.11

Forum Diskusi

|

Selamat datang di kolom pasang iklan gratis dan kirim artikel pada blog LKM-A Pincuran Bonjo. Disini anda bisa memasang iklan gratis ataupun mengirim artikel mengenai pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dunia pendidikan, internet, tips dan trik, dan lain sebagainya selama tidak menyimpang dengan peraturan.

Peraturan Pasang Iklan dan Kirim Artikel


Materi iklan/ artikel  tidak boleh mengandung unsur SARA, Pornografi, kebohongan, provokasi, serta semua yang berlawanan dengan hukum yang berlaku.

Materi iklan/ artikel sepenuhnya adalah tanggung jawab pemasang iklan/artikel. Kami tidak bertanggung jawab terhadap kritikan atau tuntutan atas materi iklan/ artikel

Iklan/artikel yang tidak sesuai dengan peraturan akan langsung kami hapus

Untuk memasang iklan dan kirim artikel anda dapat meng klik tombol dibawah ini




Saya pernah pengalaman dimana  printer Epson T11 macet tidak mau dioperasikan lagi, semua lampu hidup,bersipa-siap untuk membawanya ke bengkel. Sebelum saya bawa, saya coba untuk mencari solusi di internet, Alhamdulliah berhasil. Nah berikut dibawah ini solusi yang pernah saya coba.

  • Download terlebih dahulu Software Resetter Printer Epson Stylus T11. Dapat sobat download disini 
  • Ekstrak Software Resetter Printer Epson Stylus T11 tersebut di komputer sobat
Hasilnya akan seperti dibawah ini
  • Hidupkan Printer.
  • Buka folder resetter T11 Anda dan Jalankan file Loader.exe. Jangan klik file Adjprog.exe, sebab bisa menyebabkan komputer hang dan software tidak bisa lagi dipakai. 

  •  Klik Accept 
  • Klik Select untuk memilih tipe printer dan tipe usb yang akan digunakan 
  • Pilih tipe printer yang akan di reset pada kolom Model Name. Di sini saya menggunakan printer yang akan direset yaitu printer Epson Stylus T11 
  • Pilih port usb printer yang sekarang lagi aktif pada menu Port, setelah selesai klik O
  •  Klik Particular adjustment mode untuk masuk ke menu reset counter printer 
  • Cari dan klik menu Waste ink pad counter, kemudian klik OK 
  • Klik Check untuk mengetahui nilai counter pada waktu blinking, dan klik OK lagi 
  • Hasil nilai counter printer melebihi batas maksimal yang telah ditentukan 
  • Klik Initialization untuk merubah/mereset counter printer menjadi angka nol, sehingga printer menjadi normal kembali. Kemudian klik OK untuk melanjutkan 
  • Matikan printer, kemudian tunggu beberapa saat 
  • Waste ink counter reset sudah dilakukan, hidupkan kembali printer, kemudian tunggu beberapa saat sampai printer selesai kalibrasi 
  • Klik Check sekali lagi untuk melihat hasil nilai counter yang sudah direset menggunakan software adjustment printer Epson T11.Nilai counter sudah menunjukkan angka 0, dan printer sobat sudah normal kembali
Selamat mencoba

P4S (Pusat Pelatihan Pertanian  dan Perdesaan Swadaya) merupakan salah satu unit LKM-A Pincuran Bonjo yang memberikan pelatihan bagi petani yang narasumbernya berasal dari petani-petani yang sudah ahli dibidangnya, narasumber yang berasal dari pemerintahan, dan lain sebagainya. P4S Baliak Mayang telah melaksanakan pelatihan bagi petani diantara pelatihannya adalah :
  1. Pelatihan pengelolaan STA
  2. Pelatihan Budidaya Cabe Kopay
  3. Pelatihan pembukuan LKMA bagi generasi muda
  4. Pelatihan pembuatan kompos dan pupuk cair organik
  5. Pelatihan pembuatan pestisida organik
  6. Pelatihan budidaya bagi siswa sekolah pertanian
P4S Baliak Mayang juga memberikan lain yaitu :
  1. Pelatihan Pengelolaan 3 kelembagaan Petani (Kelompok Tani, Permodalan dan pemasaran)1 paket
  2. Pelatihan Beternak belut 1 paket
  3. Pelatihan Beternak Sapi Pedaging 1 paket
  4. Pelatihan Budidaya Tanaman sayur masing-masing 1 paket
  5. dll
Untuk melihat foto dapat di KLIK DISINI

Bahan:
1 kilogram daging sapi, celup air panas, kerik, cuci bersih
1½ liter air
1 lembar daun kunyit
2 cm lengkuas, memarkan
4 lembar daun jeruk
1 batang serai, memarkan
3 cm asam kandis
1 sendok teh garam
18 tusuk sate


Campur, aduk rata:
25 gram tepung beras
1 sendok makan tepung sagu

Haluskan:
8 buah cabai merah keriting
1 sendok teh ketumbar bubuk
½ sendok teh lada
¼ sendok teh jinten
6 buah bawang merah
1 sendok teh kari bubuk
2 cm kunyit
2 cm jahe
2 sendok makan minyak goreng

Cara membuat:
  1. Rebus daging sapi, bumbu halus, kunyit, lengkuas, daun jeruk, serai, asam kandis, garam, masak hingga empuk.
  2. Angkat, tiriskan. Potong daging  ukuran 1 x 2 x 1 cm. Sisihkan airnya.
  3. Tusuk setiap 5 potong daging sapi dengan tusuk sate.
  4. Panggang di atas bara api sambil dibalik-balik dan dioles minyak hingga matang dan harum.
  5. Air sisa rebusan atau air kaldu daging dipanaskan , tambahkan air 500 ml, didihkan masukkan campuran tepung beras dan sagu dan bumbu, aduk rata dan mengental.
  6. Setelah itu diangkat.
  7. Sajikan sate bersama saus, potongan ketupat dan taburan bawang merah goreng

Selamat mencoba

Juara I Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Usaha Ekonomi Masyarakat Simpan Pinjam (UEM-SP) Tuah Sakato  Kelurahan Padang Alai diberi kesempatan Studi Banding ke UEM-SP berprestasi di Sumedang Jawa Barat. Ikut dalam rombongan UEM-SP berprestasi lain peringkat II, III, dan IV. 

Pelaksanaan Studi banding ini tanggal 5 Oktober s/d 10 Oktober 2010 sebagai ketua rombongan Kepala KPMP Provinsi Sumatera Barat.

 Di Sumedang, rombongan disambut oleh Wakil Bupati Sumedang dalam pertemuan di aula kantor Bupati, selanjutnya rombongan menuju UED-SP Kel. Pesangrahan Baru Kec. Sumedang Selatan. Disamping studi banding di UED-SP berprestasi di Kab. Sumedang, rombongan juga mengujungi beberapa daerah yang cukup baik dalam meningkatkan perekenomian masyarakatnya, mengunjugi pusat penjualan tanaman hias Cihideung dimana didaerah ini hampir seluruh masyarakatnya menjual tanaman hias. Melihat secara langsung pembuatan tahu Sumedang, objek wisata Tangkuban Perahu di Subang dan lain sebagainya.



Berikut foto-foto perjalanan studi banding UEM-SP Berprestasi Sumbar :



  
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Jika Bapak/Ibu yang ikut dalam rombongan ingin menyimpan gambar tersebut diatas dapat di ambil/download disini

23.12.10

Link Bloger

|

Mau Tukar Link? Copy/paste code HTML berikut ke blog anda

Tips & Tutorial


Ana Uhibbukum Fillah Forantum I Blogging is My Life I Tutorial Blog I Tips dan Trik Blog I SEO I Free Template Pulsa Murah GSM LINK
Belajar Bisnis Internet javascript:void(0)
Subscribe